Halo gaess….
Balik lagi sama gue Isni Wulandari kali ini gue bakal Review
sebuah buku self improvement. Buku
ini sempet lama Best Seller di gramedia dan tahun lalu gue tertarik untuk beli.
Awalnya gue sempet bingung dan bertanya-tanya dengan judul buku “Sebuah Seni
untuk Besikap Bodo Amat.” Yang gue kira isi buku ini adalah sebuah tips untuk
bersikap bodo amat ke pacar wkwkwk. Setelah gue baca dan memahami buku karya
Mark Manson it’s just so inspiring!!!
Judul Buku: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat ( The Subtle Art of
Not Giving a Fuck)
Penulis: Mark Manson
Kategori: Self Improvement
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
Penerbit Asli: Herperone-New York
Jumlah Halaman: 246
Harga: Rp. 67.000,- (Pulau Jawa)
Langsung aja gue bakal bahas tentang isi buku ini. Dalam
buku Mark Manson, seorang Blogger yang sangat popular yang menuangkan pikiran
yang keren dalam buku ini secara jujur, apa adanya, lugas dan struktur membuat
kita sadar bahwa semua manusia tak sempurna dan ada batasan yang harus kita
terima.
1. Jangan Berusaha
Mark manson mengawali cerita bukunya dengan kisah
hidup, seorang penulis novel yang terkenal dan popularitasnya melampaui harapan
setiap orang. Dengan kemampuan sederhananya untuk jujur, tidak menjadi orang
lain dan mengakui hal yang buruk sekalipun pada dirinya sendiri. Pada awalnya
karyanya dicap menjijikan, sangat berantakan, tidak bermoral, nyatanya dia
berhasil jadi pemenang.
Manson menanggapi kisah ini dengan pernyataan “kunci kehidupan yang baik memang bukan
tentang memedulikan lebih banyak hal tapi tentang memedulikan hal sederhana,
hanya peduli tentang apa yang benar, mendesak dan penting saja.”
2. Kebahagiaan itu Masalah
Manson menyebutkan bahwa kebahagiaan datang dari keberhasilan untuk memecahkan masalah. Yang
kadang kala konsepnya sederhana: Selasaikan masalah lalu berbahagialah!. Tapi nyatanya
kita sering menyangkalnya dan mengedepankan mentalitas sebagai korban. Manson mengatakan
Kebahagiaan yang tumbuh dari masalah yang
membutuhkan perjuangan yang akan menentukan kesuksesan di masa depan.
3. Kita tidak Istimewa
Bahwa sejatinya tidak ada dari kita yang istimewa. Karena
pada kenyataannya menanamkan keyakinan pada orang bahwa mereka istimewa tidak
lantas menjadikan satu populasi penuh dengan orang seperti Bill Gates,
misalnya. Justru akan menciptakan kepercayaan diri tingkat delusional, strategi
yang gagal dan membuat kita tinggi hati
bukan merasa senang.Jadi menurut Manson mengapresiasi
pengalaman sederhana dalam hidup dan penerimaan terhadap eksistensi diri yang
sedang-sedang saja.
4. Nilai Penderitaan
Manson menjelaskan tentang Self Improvement yang
sesungguhnya adalah dengan memprioritaskan dan memilih nilai-nilai yang lebih
baik untuk dipedulikan. Karena, ketika kita peduli pada hal yang lebih baik
maka kita akan mendapatkan masalah yang lebih baik.
5. Kita selalu Memilih
Dalam buku ini, Manson mengingatkan bahwa sebagai bagian dari hidup dalam sebuah
masyarakat yang demokratis dan bebas maka kita semua mesti berhadapan dengan
berbagai pandangan termasuk orang yang bersebrangan dengan kita.
6. Kamu Keliru ( … dan Saya pun Begitu)
Manson menggarisbawahi lagi hukum kebalikan, semakin
kita menerima ketidakpastian dan ketidaktahuan akan sesuatu, kita akan merasa
nyaman. Demikian juga keterbukaan untuk mengakui kesalahan harus ada terlebih
dahulu jika menginginkan perubahan. Salah satu kutipan Manson yang membuat kita lebih tersadar “Sakit akibat kejujuran menghasilkan rasa
percaya dan hormat yang lebih besar dalam hubungan anda dengan orang lain."
7. Kegagalan adalah Jalan untuk Maju
Kita merasa bebas untuk gagal ataupun berhasil dan
dari kegagalan akan menggerakan kita ke depan. Prinsip “lakukan Sesuatu”
menjadikan kegagalan tidaklah penting lagi. Ketika standar kesuksesan melakukan
sesuatu akan mendorong diri untuk lebih maju lagi. Karena kita adalah sumber inspirasi bagi diri kita sendiri.
8. Pentingnya Berkata Tidak
Manson mengedepankan perlunya berkata tidak pada
sesuatu hal yang tidak sehati yang akan membuat kenikmatan sesaat yang menjadikan
kita kemudi tanpa arah. Jadi kita harus membatasi diri pada hal yang tidak
penting untuk menolak sesuatu agar kita tidak kehilangan alasan untuk bertahan.
9. … dan Kemudian Kita Tiada
Tanpa kita sadari kepongahan seringkali melucuti
perasaan ke-Tuhan-an. Kita adalah mahluk tuhan dan manusia biasa. Kita berhak
mendapatkan yang paling besar daripada orang lain hingga kita tiada lagi di
dunia. Semuanya akan kembali kepadanya.
So, jadi kesimpulannya menurut
gue adalah dari buku yang ditulis Mark monson Hiduplah dengan apa adanya tanpa
perlu peduli pada hal yang seharusnya tak perlu untuk dipedulikan. Karena
dengan bodo amat sesungguhnya menyenangkan dan bermanfaat. Perihal orang yang
asal ngejudge kita tanpa tau keaadaan sebenarnya kita tidak perlu
menanggapinya. Ada banyak hal penting yang tidak perlu dipersoalkan dalam
hidup.
Yapss segitu aja pembahasan gue
mengenai review buku ini. Semoga bermanfaat untuk kalian yaaaa!!!. Sorry banget
kalo berantakan dan gak jelas, ini pertama kalinya gue review buku di blog.
Kalo mau tanya” boleh banget di kolom Comment atau via Instagram
gue @isniwd . SEE U ON MY NEXT BLOGG
GAESS!!! luvluv
Komentar
Posting Komentar